This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 31 Mei 2013

Java



Rasanya baru kemaren kita seru-seruan mancing ikan di kolam belakang rumah,
Dengan umpan seadanya, kok ikan-ikan itu tetap saja gesit menyambar umpan kita ya,
Berebutan mainan,
Main cublek- cublek suweng,
Naik sepeda keliling desa,
Pergi ke sawah,
Hmmmm,,, Itu sudah beberapa belas tahun yang lalu,

Dan sekarang kita semua sudah beranjak dewasa,
Dek Riki di Kalimantan yang sekarang sudah punya anak,
Dek Sigit yang InsyaAllah akan menikah bulan depan,
Dek Mita yang di Jakarta juga akan menggenapkan separuh agamanya InsyaAllah di bulan September ini,
Subhanallah,,
Jadi ingat pertemuan terakhir kami pada lebaran idul fitri 2012 yang lalu,
Itulah pertemuan pertama kami yang paling komplit menghadirkan ke-7 saudara Bapak yang tersebar di Kalimantan, Sumatera, Jakarta dan Jawa.
Barokallah untuk adik- adik saya yang sudah dan akan menemukan pendamping hidupnya,
Semoga menjadi keluarga sakinnah, mawaddah dan warohmah,
Untuk mbah yang sedang terbaring sakit di sana,
Semoga Allah segera berikan nikmat kesehatan, Allah angkat sakitnya,
Tak tega rasanya melihatmu terbaring lemah di sana mbah,
Semoga Allah memberikanmu kesabaran dan menjadikan ini sebagai penggugur dosa-dosa untukmu,
Mbah cepat sehat,
Biar nanti kita sama- sama ke sawah lagi mengantar makanan untuk orang-orang yang kerja di sawah,
Biar saya makin semangat belajar bahasa kromo hanya karena ingin ngobrol dan bercakap- cakap dengan mbah,
Saya sangat suka mendengarkan orang bahasa kromo, dan ingin sekali membalas ucapan itu,,
Setiap ke RS Sragen, mengharuskan saya berbicara bahasa Jawa, walaupun terkadang ndak Njowo,
Kulo mboten saget,
Setitik mawon,
 ^__^

Kamis, 30 Mei 2013

It was destiny's

Dia kan melaju,,
Mengikuti arus,,
Arah angin,,
Menerjang ombak,
Menembus badai,,
dan
Akan berlabuh di tempat yang tepat
Pada waktu yang tepat,,

karena aku tak pernah kecewa dalam berdo'a kepadaMu..^__^

Selasa, 28 Mei 2013

Habibi dan Ainun...

Rabu, 22 Mei 2013

Bismillah...

Bismillahirrohmanirrohim,,,

Surabaya,
Rabu, 22 Mei 2013

Apapun yang terjadi selanjutnya,,
Tawakaltu'alallah..
Biarkan Allah yang meridhoinya..
dan malaikat-malaikatNya yang akan mengaamiinkannya.
Bismillah...

Selasa, 21 Mei 2013

Visi keluarga muslim


Sumber dakwatuna.com –  
Seperti apakah bentuk keluarga kita? Maklum, ada yang mengatakan rumahku surgaku. Tapi, tak sedikit mengatakan rumah gue kayak neraka. Atau, hambar saja. Tak ada rasa bahwa kita punya keluarga.
Apa pun bentuk keluarga kita itu adalah hasil dari perpaduan tiga faktor pembentuknya. Ketiga faktor itu adalah paradigma yang kita miliki tentang keluarga, kompetensi seluruh anggota keluarga kita dalam membangun keluarga, dan macam apa aktivitas yang ada dalam keluarga kita.
Kalau dalam paradigma kita bahwa keluarga bahagia adalah yang bergelimangan harta, maka motivasi kita dalam berkeluarga adalah mengkapitasisasi kekayaan. Maka, kita akan mencari istri atau suami anak tunggal dari calon mertua yang kaya. Pusat perhatian kita dalam berkeluarga adalah menambah kekayaan.
Bagi paradigma berkeluarga seorang muslim berasal dari motivasi bahwa berkeluarga adalah untuk beribadah kepada Allah, menjaga kesucian diri, dan merealisasikan amal bahwa berkeluarga adalah bagian dari sebuah gerakan menegakkan hukum-hukum Allah di muka bumi. Sehingga, pusat perhatiannya dalam berkeluarga adalah meningkatkan kualitas ruhiyah, fikriyah, nafsiyah (emosi kejiwaan), jasadiyah, dan sosialisasi setiap anggota keluarganya.
Karena itu, membangun keluarga sakinah mawadah wa rahmah (samara) adalah sasaran yang ingin dicapai seorang muslim dalam membentuk berkeluarga. Dalam keluarga yang samara itulah kita akan melahirkan pribadi islami untuk saat ini dan masa depan.
Jadi, sangat penting bagi seorang muslim membangun kompetensi untuk membangun keluarga. Apa itu kompetensi berkeluarga? Kompetensi berumah tangga adalah segala pengetahuan, keterampilan, dan sikap dasar yang harus dimiliki agar seseorang dapat berhasil membangun rumah tangga yang kokoh yang menjadi basis penegakkan nilai-nilai Islam di masyarakat. Maka tak heran jika Rasulullah saw. menyuruh kita untuk pandai-pandai memilih pasangan hidup. Jangan asal pilih.
Abi Hurairah r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, “Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Berbahagialah orang yang menikahi wanita karena agamanya, dan merugilah orang yang menikahi wanita hanya karena harta, kecantikan, dan keturunannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Abdillah bin Amrin r.a. berkata, bahwa Rasu­lullah saw. telah bersabda, “Janganlah kamu menikahi wanita hanya karena kecantikannya, sebab kecantikan itu pada saatnya akan hilang. Janganlah kamu menikahi wanita hanya karena hartanya, sebab harta boleh jadi membuatnya congkak. Tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab seorang wanita budak yang jelek lagi hitam kelam yang memiliki agama (kuat dalam beragama) adalah lebih baik daripada wanita merdeka yang cantik lagi kaya, tetapi tidak beragama.” (HR. Ibnu Majah).
Ibnu Abbas r.a. berkata, bahwa Nabi saw. telah bersabda, “Empat perkara, barangsiapa memilikinya berarti dia mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat: hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, badan yang sabar dikala mendapat musibah, dan istri yang dapat menjaga kehormatan diri serta dapat menjaga harta suami.” (HR. Thabrani dalam kitab Al-Kabir dan Al-Ausath, sedang sanad dalam salah satu dan dua riwayat adalah bagus).
Keshalihan diri kita dan pasangan hidup kita adalah modal dasar membentuk keluarga samara. Seperti apakah keluarga samara? Yaitu keluarga dengan karakteristik sebagai berikut:
- Keluarga yang dibangun oleh pasangan suami-istri yang shalih.
- Keluarga yang anggotanya punya kesadaran untuk menjaga prinsip dan norma Islam.
- Keluarga yang mendorong seluruh anggotanya untuk mengikuti fikrah islami.
- Keluarga yang anggota keluarganya terlibat dalam aktivitas ibadah dan dakwah, dalam bentuk dan skala apapun.
- Keluarga yang menjaga adab-adab Islam dalam semua sisi kehidupan rumah tangga.
- Keluarga yang anggotanya melaksanakan kewajiban dan hak masing-masing.
- Keluarga yang baik dalam melaksanakan tarbiyatul aulad (proses mendidik anak-anak).
- Keluarga yang baik dalam mentarbiyah khadimah (mendidik pembantu).

Karena Kau adalah segalanya bagiku.........



Ya Allah tanamkanlah iman dalam hati kami,
Agar kami tahu rasanya kenikmatan mengenalMu,
Ya Allah sematkanlah ilmu di dalam fikiran kami,
Agar kami tau rasanya memahami,
Ya Allah lapangkanlah hati kami,
Agar kami tahu rasanya berbagi,
Ya Allah tanamkanlah pengetahuan pada diri kami,
Agar kami tahu rasanya mengajarkan,
Ya Allah berikanlah kami rezeki yang barokah dariMu,,
Agar kami tahu rasanya memberi,
Ya Allah ajarkan kami banyak hal kebaikan,
Agar kami menjadi pribadi yang pandai bersyukur padaMu,
Ya Allah jadikanlah kami sebaik-baik manusia,
Agar kami tahu rasanya memberikan manfaat pada orang lain.

Ya Allah seberapapun beratnya ujian dariMu,
Ajarkan kami menjadi pribadi yang tegar,
Dan senatiasa istiqomah di jalanMu,,
^__^

Senin, 20 Mei 2013

Jalan Juang

Album : Pewaris Negeri

Munsyid : Izzatul Islam
http://liriknasyid.com

Sabarlah wahai saudaraku
Tuk menggapai cita
Jalan yang kau tempuh sangat panjang
Tak sekedar bongkah batu karang

Yakinlah wahai saudaraku
Kemenangan kan menjelang
Walau tak kita hadapi masanya
Tetaplah al-Haq pasti menang

Tanam di hati benih iman sejati
Berpadu dengan jiwa Rabbani
Tempa jasadmu jadi pahlawan sejati
Tuk tegakkan kalimat Ilahi

Pancang tekadmu jangan mudah mengeluh
Pastikan azzam-mu smakin meninggi
Kejayaan Islam bukanlah sekedar mimpi
Namun janji Allah yang Haq dan pasti..!

Semangatt mendengarkan lagu perjuangan ini,,
like it :)